Komunikasi

Sebagai pengelola blog KEJAWEN (http://blogkejawen.blogspot.com/), saya menyadari sepenuhnya atas kekurangan-kekurangan yang ada di blog ini. Namun demikian saya menginginkan agar para pengikut tidak menjadi kapok untuk menengok ke alamat ini, sehingga saya membuat blog ini sesederhana mungkin. Namun demikian karena saya melihat sudah banyak pengikutnya, mungkin perlu banyak perubahan. Untuk itu saya menyediakan tempat disini.

Namun demikian komunikasi itu tetap akan saya edit agar semua pengikut tetap merasa nyaman. Nah bagi siapapun yang ingin memberikan pendapat baik tentang isi blog ini maupun penampilan boleh mengirinkannya melalui e-mail: harunnajib@yahoo.co.id. Tetapi tidak serta merta langsung dapat dimuat, tetap akan melalui pengeditan lebih dahulu.

Melalui kesempatan ini pula saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih atas segala atensi yang diberikan, dan semoga semuanya sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Salam Kejawen, Rahayu!




Jeffry:
Salam kenal! Saya bukan penganut kejawen, tetapi sekian lama saya berpikir, bahwa agama-agama pendatang diakui secara resmi di negeri ini. Mengapa agama yang asli Indonesia tidak. Menurut saya ini tidak adil, sementara Konghucu saja diterima sebagai agama resmi. Apakah orang-orang kejawen tidak berjuang untuk diterimanya kejawen dalam agama resmi di Indonesia? Salam sejahtera!


Aunur Rofiq, minta tolong untuk dikasih tahu sebuah Sanggar yang ada di Surabaya. Karena simbah-nya yang bernama Maryam (saat ini sedang berjualan di pasar Pakis Surabaya) ingin bersujud di tempat itu. Mohon kiranya bila ada yang bisa membantu! 

Cornelius Swangga, ingin mengenal lebih dekat Kejawen terutama tentang hal-hal yang sering dilakukan di daerah Yogyakarta. Bila ada yang ingin membantu bisa langsung berkomunikasi melalui swangga.cornelius@gmail.com. Dan untuk Bpk. Cornelius saya ucapkan banyak terimakasih telah mampir ke blog saya ini. Akhirnya saya ucapkan selamat beraktifitas. Salam!

Yhonico Alam Ch, mempunyai pengalaman yang unik tentang hal-hal ghaib. Dituntun untuk melakukan/ mengerjakan sesuatu langsung dari tubuhnya sendiri. Sebelumnya hampir menjadi orang yang atheis, dan dengan pengalamannya itu kesadarannya timbul untuk mengakui keberadaanNya. Beberapa hal yang disadari tetapi tidak dapat ditolak adalah ketika tangannya bergerak-gerak sendiri dan dapat menuliskan huruf-huruf jawa. Dengan demikian maka kesadarannya diarahkan untuk mencari dan mengenal Agama Jawi (Kedjawen).


Sugeng Sonten mas Thiwul! Nepangaken dalem Anto, putro siswo ingkang taksih gegulang perihal wewarah kebatinan.  Dalem rumaos bingah saged pinanggih blog kejawen mas thiwul ingkang aspiratif lan sae sanget. (red:matur nuwun ugi

Mohon ijin untuk menggunakan bebeberapa reverensi artikel untuk saya gunakan di sebuah buku, website dan blog yang sedang saya tulis.  Kebetulan saya juga sedang mengelola sebuah yayasan untuk melestarikan warisan spiritual nenek moyang, dan merupakan Agama asli Indonesia.

Melalui yayasan Tidar Heritage Foundation, bersama-sama dengan LSM lainnya yang satu misi. Sekarang ini sedang memperjuangkan hak-hak bernegara para Penghayat
Aliran Kepercayaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Seperti yang pada hari Sabtu tgl 10 tertulis di salah satu artikel Kompas.  Mohon dukungan bapak dan poro kadang Penghayat dimanapun berada. Salam Rahayu!

Salam kenal. Saya bukan penganut kejawen tapi karena saya dari Pati, Jateng jadi masih ada beberapa famili saya yang ikut Kejawen. Maaf, saya ada fotokopi buku Sri Baroto (serat wasijat) karangan R.M. Soerjo Winarso (Pangreh Agung Soetji Rahajoe). Peninggalan alm. ayah saya. Tapi saya sendiri pas baca gak mudheng isinya. Lewat web kejawen ini mau saya tawarkan, barangkali ada yang berminat. Bisa hubungi saya di 031-92500845. Terimakasih.

Deddy: Salam sejahtera! Mohon maaf kalo ada kesalahan nama, sebab saya melihat nama ini di email.
Perkenalkan nama saya Deddy, domisili di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin saya baru membaca blog ini dan saya merasa senang sekali karena melalui blog yang ini telah memberikan pencerahan kepada saya. Sehingga mulai detik ini saya mulai lakukan olah Roso ini.
Saya sangat setuju sekali dengan pendapat bahwa "suatu saat nanti Agama Jawi akan menjadi Tuan di rumahnya sendiri".
Hal ini kiranya perlu kita pikirkan bersama untuk melestarikan "budaya dan kepribadian jawi yang merupakan kepribadian asli bangsa Indonesia" yang makin lama makin tenggelam di bumi nusantara tercinta ini, dengan meminjam istilah Prabu Sri Aji Joyoboyo "Wong Jowo kari separuh". Sungguh saya sangat prihatin dengan kondisi masyarakat kita saat ini.
Mohon maaf sebelumnya kalau saya boleh usul untuk melestarikan "KEPRIBADIAN JAWA" dengan mengadakan pentas/teater budaya jawa "tanpa pungutan biaya apapun kepada masyarakat" yang tentunya melalui / dengan bantuan dari Dinas Pendidikan & Kebudayaan juga Dinas Pariwisata (bantuan dana dari pemerintah).

Demikian usulan dari saya, atas perhatiannya saya sampaikan banyak terima kasih. Salam Rahayu!


Kepada Yth. Pimpinan Paguyuban Kejawen Hardopusoro,

Dengan hormat,
Melestarikan kebudayan atau tradisi tradisional adalah tugas dari generasi muda supaya tradisi lama tersebut tidak punah tertelan kemajuan zaman yang semakin modern. Demikian dengan keberadaan Royal Ambarrukmo Yogyakarta, dimana Royal Ambarrukmo ingin menjadi hotel pionir dalam hal melestarikan tradisi leluhur. Banyak hal yang telah dilakukan oleh hotel untuk nguri uri tradisi tradisional.
Ruwatan adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa/kesalahannya yang  diperkirakan  bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala.
Dalam tradisi Jawa, orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto atau berada dalam dosa, harus discikan lagi dengan ritual ruawatan. Menurut cerita orang yang menadang sukerto diyakini akan menajdi mangsa Batara Kala. Menurut cerita Batara Kala adalah anak Batara Guru dengan Dewi Uma atas nafsu yang tidak terkendalikan, dan anakknya itu menjadi raksasa. Dan makanan raksasa ini adalah manusia yang berdosa atau sukerto. Didasari cerita tersebut agar tidak dimakan Sang Batara Kala, maka harus dilakukan ritual ruwatan dengan pagelaran wayang kulit Murwakala dan yang menjadi titik pandangnya atas ketidaksempurnaan diri manusia yang selalu tertimpa bencana. Adapun syarat syarat orang yang harus diruwat seperti : anak tunggal dari lahir,anak tunggal karena saudara saudaranya meninggal, anak perempuan atau laki laki di tengah, anak lima perempuan atau laki laki semua, kembar dampit perempuan laki laki, anak yang selalu sakit sakitan, anak yang lahir belum saatnya lahir, dan sebagainya. Semua terdapat kriteria 177 jenis manusia yang harus diruwat supaya tidak dimakan Batara Kala.
Royal Ambarrukmo Yogyakarta menawarkan sebuah paket Ruwatan Massal yang dapat dilakukan bersama sama dalam satu waktu pada saat libur sekolah dengan harga paket yang terjangkau, yaitu dua juta tujuh ratus lima puluh ribu  rupiah per orang. Event ini akan diadakan pada tanggal 22 Juni 2013 di Kedaton Royal Heritage di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.
Harga paket yang kami tawarkan mulai dari paket tanpa akomodasi yaitu Rp. 1,000,000 dan paket dengan akomodasi yaitu dengan harga Rp. 2,750,000 untuk menginap dua malam di kamar Deluxe Balcony dan Rp. 4,000,000 untuk dua malam menginap di Kamar Ambarrukmo Club. Semua termasuk makan pagi dan fasilitas ruwatan  serta sesaji dan prosesi jalannya ruwatan yang sudah disediakan oleh hotel, seperti pakaian ruwatan, pagelaran wayang kulit, sesaji lengkap, makan malam, lunch box, shuttle ke pantai Depok untuk nglarung sesaji.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, kami mohon bantuan dari Bapak pimpinan untuk menyebarkan paket ruwatan tersebut kepada anggota paguyuban. Untuk kerjasama penjualan paket ini, kami akan memberikan benefit 10% dari harga paket Rp. 1,000,000 dan 5% untuk harga paket dengan kamar, yaitu paket Rp. 2,750,000 dan paket dengan harga Rp. 4,000,000.

Demikian permohonan kerjasama dari kami. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terimakasih.

Best Regards,

Wiwied A.Widyastuti | Public Relation Manager
ROYAL AMBARRUKMO HOTEL
Managed by Santika Indonesia
Phone. +62274 488488 I Fax. +62274 488789
Mobile. +62818255765



Selamat Sore! 

Mohon maaf saya mau bertanya sedikit karena ada sesuatu mengganjal dalam hati saya, pertama maaf saya lancang karena saya mengirim pesan ini via email,  saya melihat kearifan kata-kata di blog ini yang dalam ajaran kejawen. Yang saya tanyakan apakah makna dan arti atau akibat sumpah seorang anak yang mengeluarkan sumpah atas nama kuburan ibunya, sedangkan ibunya masih hidup dan sehat? (Saya bersumpah demi kuburan ibu saya, saya menikahi wanita itu karena dijodohkan bukan karena rasa suka, jika ada rasa suka biar rumah tangga saya hacur/cerai.) Apakah ini tidak tergolong anak kualat atau anak durhaka? Mohon penjelasn dari sisi kepercayaan kejawen karena yang melakukan dan mengutarakan sumpahpun berkepercayaan kejawen. Dari artikel-artikel yang saya baca, bahwa kejawen perpatokan dan laku dimana laku itu cipta, rasa, budi dan karsa, dan dalam blog ini juga terdapat olah roso yang maknanya dalam banget menurut saya. Terimakasih! (Kurnia)


Penjelasan singkat:
Orang-orang yang beragama sering bersumpah: Demi Allah, Demi Tuhan, Demi Sang Maha Pencipta, Demi Dewa Wisnu, dan lain-lain. Maka orang kejawen agar berbeda tidak pernah menyebut hal-hal seperti itu dalam sumpahnya, maka keluarlah kata-kata apa saja, termasuk yang di atas ini. Pada prinsipnya orang kejawen tidak akan sembarangan bersumpah apabila, tidak terdesak atau dalam posisi terpojok. Sumpah yang paling tinggi kelasnya atau dampaknya ketika menyebut "Demi Langit Dan Bumi". Apabila dia seorang kejawen sejati dan mengucapkan sumpah ini maka dampaknya pasti bisa dirasakan.




B. Surya:
Sejak awal bulan puasa 2015 kemaren saya sudah memutuskan untuk kembali memeluk agama budi/aliran kedjawen sebagai pedoman hidup saya. Saat ini saya sedang di Yogyakarta dan ingin sekali mendalami aliran kejawen ini. Mohon bantuannya kiranya kepada siapa saya harus bertukar pikiran dan menambah pengetahuan saya dikarenakan saya merasa belum menjadi kejawen sejati kalau hanya mempelajarinya sendiri.
Sebagai tambahan informasi saya kurang fasih berbahasa jawa walaupun alm. orang tua saya orang Jawa (Surabaya/Jogja)‎, dan entah kenapa sejak awal februari 2015 lidah dan tubuh saya menolak makan daging merah, ada perasaan / rasa yg belum mampu saya jelaskan.